Minggu, 11 Oktober 2009

MU, Tim Big Four Paling Beruntung

MU, merupakan salah satu tim kuat di liga Inggris yang hingga saat ini menduduki peringkat 2 klasemen liga inggris. Memang wajar saja bila tim ini berada di klasemen atas EPL, sebab skill pemain-pemainnya berada di atas rata-rata. Namun, bukan hanya skill pemain dan kerja keras pelatihnya saja yang membuat MU mendapat hasil yang memuaskan, ada faktor "X" yang disebut faktor keberuntungan yang membuat MU mendapat hasil yang memuaskan.

Contoh yang paling nyata adalah hasil pertandingan MU melawan Chelsea pada final Liga champions 2007/2008 lalu. kemenangan MU berbau keberuntungan, sebab sealain chelsea mendapat banyak peluang, 2 sepakan Drogba yang membentur tiang, status juara LC MU pun tak lepas dari "terpelesetnya" John Terry.

Nah, pada tagun ini, MU pun tak lepas dari keberuntungan. contohnya pada 2 laga krusial di EPL, pada saat Mu bertemu Manchester City dan Sunderland. Pada pertandingan melawan Manchester City, Mu sempat ketinggalan namun di injury time berhasil membobol gawang city. tapi, pada pertandingan ini ada suatu keganjalan, yaitu injury timenya lebih lama dari pada biasanya, yaitu 5 menit, seakan-akan mengharuskan MU memenangkan Pertandingan tersebut.

Nah, pada pertandingan melawan Sunderland yang akhirnya ditutup dengan skor 2 -2, DEWI FORTUNA kembali menghinggapi kubu Manchester United. Kali ini, kartu merah dan gol bunuh diri Sunderland di masa injury time membuat Red Devils mampu menyelamatkan satu poinnya di Old Trafford. Sebenarnya Sunderland telah unggul 2- 1 hingga menit ke 85, tapi Petaka datang ke kubu Sunderland saat harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-85 setelah Kieran Richardson menerima kartu kuning keduanya.

Kondisi itupun berhasil dimanfaatkan tuan rumah dengan mencetak gol penyeimbang di masa injury time. Pahlawan MU justru bek Sunderland, Anton Ferdinand, yang mencetak gol bunuh diri saat memasuki menit kedua tambahan waktu.

Nah, apakah keberuntungan MU akan terus berlanjut..? Dan apakah "keberuntungan" tersebut akan membawa tim ini menuju tanga juara...?

LIVERPOOL TAKLUK DI STAMFORD BRIDGE

CHELSEA memutus performa apik Liverpool. The Blues taklukkan The Reds dua gol tanpa balas, Minggu (4/10).

Sorotan paling tajam pada laga ini tertuju pada Didier Drogba. Dialah yang mengkreasi dua gol The Blues yang dicetak Nicolas Anelka dan Florent Malouda.

Pandangan berbeda datang dari Rafael Benitez. Manajer Liverpool itu geram lantaran Drogba gampang terjatuh meski hanya kontak sedikit dengan anak-anak asuhannya.

Pertandingan antara kedua tim ini relatif berimbang. Kedua tim bergantian mengancam gawang lawannya.

Pada babak pertama, Drogba, Anelka, dan Michael Ballack mendapatkan kesempatan melalui sundulan. Namun, tak satu pun yang menembus gawang Pepe Reina.

Sundulan Fernando Torres juga terlalu lemah sehingga dengan mudah diamankan Hilario. Di pengujung babak pertama, Hilario menjadi pahlawan dengan menepis tembakan bebas Albert Riera. Skor kacamata bertahan hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, Liverpool melakukan tekanan lebih dulu. Empat peluang dimiliki Steven Gerrard namun melebar dan bisa diamankan Hilario.

Setelah ditekan berkali-kali, Chelsea kemudian keluar dari sarangnya. Diawali dari kesalahan Mascherano yang terlalu lama memegang bola sehingga direbut pemain lawan. Drogba yang sudah berada di sisi kanan pertahanan The Reds kemudian melepaskan umpan silang yang diteruskan Nicolas Anelka. Skor 1-0 untuk Chelsea pada menit ke-60.

Gol ini semakin membuat para pemain Liverpool beringas. Beberapa kali tekanan dilakukan kubu The Reds. Namun kesempatan itu rata-rata terbuang percuma.

Sadar timnya berada dalam tekanan, Carlo Ancelotti lantas memasukkan Florent Malouda menggantikan Deco. Kecepatan Malouda dianggap bisa berguna ketika melakukan serangan balik.

Analisis yang sempurna. Malouda menjadi pembunuh harapan para pemain Liverpool untuk menyamakan kedudukan.

Lagi-lagi Drogba menjadi kreator gol tersebut. Umpan Drogba diteruskan Malouda untuk menggandakan kemenangan The Blues menjadi 2-0.

Dengan hasil ini, Chelsea mengambil alih puncak klasemen sementara dari Manchester United. The Blues meraih 21 poin dari 8 laga. Sementara The Reds turun dua peringkat ke posisi ke-5 dengan 15 poin.

BRAVO CHELSEA!!!

Sabtu, 03 Oktober 2009

Membersihkan Bearing Yo-Yo

buat para spinner yang mau tahu cara ngerawat bearing yoyo , berikut tips2nya..
diliput dari blog kak oke..

Bearing pada yo-yo merupakan bagian terpenting, ... jika bearing kotor, maka putaran yo-yo akan terganggu dan trik yang dimainkan akan terhambat karena, putaran tidak sempurna dan berhenti sebelum kita melakukan sebuah trik.

berikut adalah tips singkat untuk membersihkan bearing...


Alat dan Bahan
Tang lancip (untuk melepas bearing)
Cairan sejenis Minyak korek Zippo
Tempat tertutup/ tempat film
Tusuk gigi
tissue


Lepaskan bearing dari yo-yo dengan hati-hati,



simpan bearing didalam wadah kecil, atau masukan kedalam tempat film dan rendam dengan minyak zippo.




angkat dan keringkan dengan tissue, pasang ketempat semula dengan sedikit menekan...
Yo-Yo siap dimainkan


KAITAN YOYO DENGAN SAINS

Weis, ternyata ada kaitan yoyo dan sains. ini dikutip dari kata kak Oke Rosgana, yoyo man dari indonesia

" Sesuatu yang bergerak pasti memiliki unsur fisika, nah yoyo ini sangat membutuhkan ilmu fisika, (gaya sentrifugal) dan juga ergonomi desain yang benar, jika salah perhitungan, performa yoyo akan rendah dan mungkin saja berbahaya bagi anda. Bermain yoyo membutuhkan akurasi perhitungan rasa dan motorik… nah dua unsur itu di olah dengan otak kiri dan kanan kan? Seperti yang kita tahu bahwa otak kiri mengolah sense (rasa) sementara Otak kanan logika. Main yoyo membutuhkan kecepatan dan kerja motorik dan rasa yang tinggi. Sehubungan dengan itu, Dr.peter Shephard, PhD, D, Litt menulis tentang artikel Yor “yoyo” Brain… yang dipublikasikan oleh Brain Dynamic Global Sdn BhdMalaysia. Artikelnya bisa didapat di www.spinworkx.com dalam format Pdf"....

weis, ternyata bermain yoyo bisa ningkatin keseimbangan otak kiri dan kanan.....so, Let's Play Yoyo!!

Jumat, 02 Oktober 2009

akhirnya, rekor 100 persen kemenangan chelsea terhenti!!!...huhuhuhu...

sebagai seorang penggemar chelsea, saya turut berduka,...mudah-mudahan chelsea bisa semangat dan menjadi juara....

BRavo CHELSEA FC!!!

berikut berita tentang "pecah"nya rekor "sempurna" chelsea di Premier League..


KARTU MERAH CECH PATAHKAN REKOR CHELSEA

KEKALAHAN pertama diderita Chelsea musim ini. Wigan Athletic menjadi tim pertama yang menaklukkan pasukan Carlo Ancelotti itu.

Pada awal-awal pertandingan, tak ada tanda-tanda Chelsea bakal kalah. Ancelotti yang secara tersirat berniat mempertajam rekor kemenangan untuk mendekati catatan terbaik Jose Mourinho menginstruksikan anak-anak asuhannya menyerang sejak menit pertama.

Kendati demikian, pertahanan rapat Wigan membuat para pemain The Blues kesulitan merapat ke daerah pertahanan lawan. Sebaliknya, melalui situasi bola mati, The Latics unggul lebih dulu pada menit ke-16.

Taktik tendangan penjuru kilat menjadi biang gol pertama Chelsea. Charles Nzogbia dengan cepat mengambil bola lantas melepaskan umpan silang ketika pertahanan Chelsea masih mencoba merapatkan barisan. Dengan mudah, sundulan Titus Bramble membobol gawang Cech.

Gol ini membuat para pemain The Latics bergairah untuk menambah keunggulan. Namun, hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 tetap bertahan.

Keriuhan Stadion JJB sempat terhenti ketika babak kedua berjalan 90 detik. Didier Drogba mencetak gol ke-100 bagi Chelsea setelah meneruskan umpan Florent Malouda. Skor pun menjadi imbang 1-1.

Sayang, tekad kuat Chelsea untuk meneruskan rekor tanpa kalah sejak Maret berakhir pada menit ke-53. Ketika Cech dengan keras menebas Hugo Rodallega. Tanpa ampun, wasit Phil Dowd mengusir Cech dari lapangan.

Hilario masuk menggantikan Malouda untuk mengisi pos Cech. Namun, dia gagal mengantisipasi tendangan Rodallega yang mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk tuan rumah.

Petaka bagi Chelsea kian bertambah ketika harus bermain dengan 9 pemain akibat Ashley Cole cedera dan Ancelotti tak punya stok pergantian pemain lagi. Wigan akhirnya memastikan kemenangan menjadi 3-1 setelah Paul Scharner mencetak gol di detik-detik akhir pertandingan.

"Ini adalah pertandingan yang buruk. Saya tak tahu mengapa bisa tampil sedemikian buruk," keluh Ancelotti. "Kami bermain baik 10 menit pertama, tapi gol pertama lawan membuyarkan semuanya."

Sebaliknya, kubu Wigan mensyukuri kemenangan bersejarah itu. Manajer Roberto Martinez lantas mendedikasikan kemenangan itu bagi para fans yang setia mendukung The Latics.

Jumat, 25 September 2009

Tipe Yo-Yo

weis, ternyata yoyo ada beberapa jenis loh.....berikut jenis-jenisnya..


Butterfly = Kupu-kupu
Celah lebar, digunakan untuk trik-trik Tali, yang melingkar diantara celah yo-yo. jarak celah yang melebar memudahkan tali untuk masuk kedalamnya dan memperkecil gesekan antara tali dan body yo-yo, sehingga yo-yo bisa berputar lebih lama.


Imperial, merupakan bentuk klasik merupakan bentuk generasi awal dari Yo-yo, yaitu berbentuk Bola, yang bagian tangahnya di beri celah, bentuk ini biasanya digunakan untuk trik dasar naik turun dan waktu putaran yo-yo diujungtali (sleeper) tidak begitu lama dan bahkan digunakan untuk Looping (berputar balik) saja.

Modified
bentuk ini memiliki celah sedikit lebih lebar dari bentuk klasik/imperial, sehingga masih memungkinkan untuk menyangkutkan tali diantara celahnya, bagi sebagian pemain, bentuk ini lebih sering digunakan untuk melakukan trik-trik dasar bermain yo-yo... karena masihbisa melakukan trik looping.

Russel
Merupakan penemuan dari pemain Yo-yo bernama Russel, perkembangan dari bentuk Kombinasi antara Modifikasi dengan bentuk imperial, bentuk ini didesain untuk bisa melakukan trik Tali dan trik Looping.

THE BLUES MASIH SEMPURNA

CHELSEA meneruskan keperkasaannya di awal musim dengan menghancurkan rival sekotanya, Tottenham Hotspur tiga gol tanpa balas, di Stamford Bridge, (20/9).

Bertindak sebagai tuan rumah, Chelsea langsung bermain menyerang sejak awal laga. Tujuh menit laga berjalan, Chelsea hampir memimpin andai tendangan bek kanan Jose Bosingwa tidak menerpa tiang gawang.






Tim tamu ganti mengancam empat menit kemudian. Sayangnya Jermain Defoe yang lepas dari kawalan bek Chelsea gagal menyelesaikan kesempatan setelah tendangannya dapat ditepis Petr Cech.

Laga memasuki menit ke-32, publik Stamford Bridge bersorak setelah umpan silang Drogba berhasil ditanduk Ashley Cole tanpa mampu dijangkau kiper Carlo Cudicini. Gol ini mampu bertahan hingga babak pertama berakhir.

Tiga menit memasuki babak kedua, Chelsea sukses menggandakan keunggulannya lewat sontekan Michael Ballack, usai memnafaatkan umpan Frank Lampard.

Lima menit berselang, The Blues langsung mencetak gol ketiganya. Kali ini giliran Drogba yang mencatatkan namanya di papan skor. Mendapat umpan jauh dari Cole, Drogba mampu memperdaya Vedran Corluka sebelum menceploskan bola ke gawang Tottenham.

Kendati tertinggal tiga gol, Tottenham belum menyerah dan sempat mengancam lewat tendangan voli gelandang Wilson Palacios, sayangnya masih melebar.

Chelsea sendiri di akhir laga hampir menambah gol lagi bila dua peluang emas Salomon Kalou, yang masuk menggantikan Drogba, tidak ditepis Cudicini sehingga skor 3-0 ini bertahan sampai bubaran.

Dengan tambahan tiga angka ini, skuad asuhan Carlo Ancelotti mempertahankan rekor sempurnanya dari enam laga yang sudah dijalani. Merekapun sukses memuncaki klasemen sementara Premier League dengan poin 18, unggul tiga angka dari Manchester United.


Free Blogspot Templates by Isnaini Dot Com and Porsche Cars. Powered by Blogger