Tampilkan postingan dengan label Sport.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport.... Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Oktober 2009

CHELSEA LANJUTKAN PESTA

PENAMPILAN cemerlang Chelsea di Liga Champions berlanjut. Menjamu Blackburn Rovers di Stamford Bridge, The Blues mencukur tamunya lima gol tanpa balas, (24/10)

Setelah kalah 1-2 dari Aston Villa, Chelsea memang langsung bangkit dengan menghancurkan Atletico Madrid di Liga Champions dengan skor 4-0. Dan kini, kegemilangan itu masih berlanjut di pekan ke sepuluh Premier League.

Di laga ini, Chelsea menurunkan Joe Cole dan bek Ricardo Carvalho sejak menit awal. Cole akan berkolaborasi dengan Frank Lampard, Michael Ballack, serta Michael Essien, di tengah. Sedangkan Carvalho kembali menjadi tandem kapten John Terry di belakang.

Blackburn sendiri memilih memainkan Jason Roberts sebagai ujung tombak yang mendapat sokongan dari El Hadji Diouf.

Bermain di depan ribuan pendukungnya, Chelsea langsung mengambilinisiatif serangan sejak peluit babak pertama dibunyikan.

Gebrakkan The Blues langsung berbuah hasil saat umpan silang Nicolas Anelka dari sisi kiri salah diantisipasi oleh defender Blackburn. Bermaksud menghalau bola, Gael Givet justru memaksa kiper Paul Robinson memungut bola dari gawangnya.

Selepas gol bunuh diri Givet, Robinson mampu menunjukkan penampilan yang mengagumkan. Peluang Anelka yang tinggal berhadapan langsung dengannya mampu digagalkan. Pun dengan tandukan Terry di penghujung babak pertama yang kembali mampu digagalkannya.

Sayang, beberapa penyelamatan gemilan Robinson urung muncul di babak kedua. Justru setelah turun minum Chelsea baru mampu bermain lebih efektif dalam memanfaatkan setiap kesempatan.

Tiga menit memasuki babak kedua, Lampard mampu menggandakan keunggulan Chelsea. Berawaldari umpan silang Didier Drogba yang mampu dihalau bek Blackburn, bola liar langsung disambar Lampard untuk membobol gawang Robinson.

Tak lama berselang, tepatnya empat menit setelah gol Lampard, giliran tendangan spektakuler Essien dari jarak sekitar 35 meter yang tak mampu dijangkau Robinson.

Keunggulan tiga gol tak membuat pasukan The Blues puas. Serangan yang mereka lancarkan kerapmembuat lini belakang The Rovers kalang kabut. Hasilnya, Lampard berhasil mencetak gol keduanya di laga ini melalui eksekusi penalti di menit ke-59.

Drogba yang tak ingin ketinggalan pesta rekan-rekannyapun ikut mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan sepak pojok Ballack, tandukan Drogba gagal diantisipasi Robinson, dan memaksa gawangnya kembali kebobolan untuk kelima kalinya.

Usai gol kelima, manajer Chelsea, Carlo Ancelotti mulai sedikti santai. Dia pun berani menurunkan dua pemain muda, Jeffrey Buma serta Daniel Sturridge untuk menggantikan Carvalho dan Cole.

Hingga akhir pertandingan, The Blues urung menambah pesta golnya. Tambahan tiga angka membawa Chelsea melewati Manchester United sekaligus berhak memimpin klasemen sementara Premier League dengan nilai 24.

Jumat, 23 Oktober 2009

CHELSEA TETAP SERATUS PERSEN

CHELSEA memantapkan posisinya di puncak klasemen setelah kembali meraup tiga poin atas tamunya Atletico Madrid, di Stadion Stamford Bridge, (21/10).

Hasil ini membuat The Blues masih terus berhasil meraup poin penuh dari tiga partai yang telah dilaluinya.

Tanpa Didier Drogba yang masih menjalani skorsing, Chelsea bertumpu pada Nicolas Anelka dan Salomon Kalou untuk menggedor pertahanan Atletico. Sedangkan tim tamu tetap mengandalkan duet maut mereka, Diego Forlan dan Sergio Aguero.

Laga baru berjalan 12 menit, The Blues langsung menggebrak saat Kalou mampu membobol gawang Sergio Asenjo. Sayang wasit menganulirnya karena Kalou dianggap berada dalam posisi offside.

Selepas peluang itu, kedua kubu saling jual beli serangan. Kombinasi Simao dengan Aguero sempat mengancam lini belakang Chelsea. Pun dengan umpan Frank Lampard yang hampir saja bisa dimaksimalkan oleh Anelka.

Namun, kebuntuan baru pecah saat babak pertama tersisa empat menit lagi. Umpan silang Ashley Cole dari sisi kiri berhasil dikonversi Kalou guna membawa keunggulan timnya yang bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Chelsea urung mengendurkan serangan. Hasilnya langsung terlihat saat Kalou kembali menunjukkan ketajamannya dengan membobol gawang Asenjo untuk kedua kalinya, melalui sundulan kepala di menit ke-52.

Dominasi The Blues tidak berakhir sampai disitu. Lampard kembali menambah keunggulan tuan rumah melalui golnya di menit ke-69.

Keunggulan tiga gol tak membuat Chelsea puas. Untuk menambah daya gedor, manajer Carlo Ancelotti memasukkan Yuri Zhirkov dan Florent Malouda untuk menggantikan Kalou dan Cole. Pun dengan striker belia, Daniel Sturridge yang menggeser posisi Anelka.

Hasilny cukup efektif, saat laga memasuki masa injury time, The Blues mampu menyempurnakan kemenangannya lewat gol bunuh diri Luis Amaranto Perea. Bermaksud mengamankan gawangnya dari umpan silang Malouda, Perea justru membuat timnya kebobolan untuk kekempat kalinya.

Hasil ini membuat Chelsea mengikuti jejak Sevilla dan Manchester United yang tampil sempurna dari tiga laga yang telah dilalui. The Blues kokoh di puncak klasemen, diikuti FC Porto yang mengumpulkan enam pon setelah menang 2-1 atas APOEL Nicosia.

Atletico sendiri terpuruk di posisi juru kunci dengan hanya mengumpulkan satu angka dari tiga laga yang telah dilaluinya.

Sabtu, 17 Oktober 2009

Kiper-Kiper Pencetak Gol

Ini nih kiper-kiper hebat yg bisa nyetak gol....

1. Rogério Ceni (Brazil), Club : São Paulo FC, Gol : 79 (Penalti : 33 - Non Penalti: 46)


2. José Luis Félix Chilavert (Paraguay), Club : CA Peñarol
Montevideo, Gol : 62 (Penalti : 45 - Non Penalti : 17) *


3. René Higuita (Colombia), Club : C de F Deportivo Rionegro, Gol : 41 (Penalti : 37 – Non Penalti : 4)


4. Jorge Campos (Mexico), Club : Puebla FC, Gol: 40 (Penalti : 9 – Non Penalty : 31)*


5. Álvaro Misael Alfaro (El Salvador), Club : CD Isidro Metapán, Gol : 31 (Penalti : 20 – Non Penalti : 11)


6. Johnny Martín Vegas (Peru), Club : Sport Ancash Huaraz, Gol : 31 (Penalti : 26 – Non Penalti : 5)
[no pic]

7. Dimitar Ivankov (Bulgaria), Club: Kayserýspor, Gol : 30 (Penalti : 30)


8. Hans-Jörg Butt (Deutschland), Club : Sport Lisboa e Benfica, Gol : 28 ( Penalti : 28)


9. Marco Antonio Cornez (Chile), Club : Deportes Iquique, Gol : 24 (Penalti : 24)*


10. Dragan Pantelic (Jugoslavia), Club : FK Radnicki Nis, Gol : 22 (Penalti : 21 – Non Penalti : 1)*


11. Žarko Lucic (Crna Gora), Club : FK Mladost Podgorica, Gol : 21 ( Penalti : 21)

Jumat, 16 Oktober 2009

Free Kickers' Team

Sosok eksekutor tendangan bebas menjadi momok menakutkan bagi para penjaga gawang. Mereka bakal berteriak lebih keras menginstruksikan rekan-rekannya untuk membentuk pagar hidup yang kokoh, sehingga tidak ada celah bagi para eksekutor menceploskan bola.BERIKUT DAFTARNYA:

Kiper:
Jose Luis Chilavert (Paraguay)

Tidak banyak penjaga gawang yang memiliki keberanian menjadi pelaksana tendangan bebas dan penalti. Dibandingkan penjaga gawang lainnya, torehan gol yang diciptakan melalui kaki Chilavert lebih banyak. Dalam karirnya sebagai pesepakbola profesional, pemain kelahiran tahun 1965 itu sudah mencetak 62 gol. Beberapa diantaranya dihasilkan melalui tendangan bebas.
Bek:
Roberto Carlos (Brasil)

Bek asal Brasil ini oleh Pele dimasukkan ke dalam daftar 125 pesepakbola terhebat yang masih ada. Sebagai bek kiri, Roberto Carlos kerap membantu penyerangan, dan sering memberikan assist bagi rekan satu timnya. Carlos juga mempunyai keahlian melakukan tendangan bebas. Eksekusinya ke gawang Prancis di Piala Dunia 1998 dianggap sebagai salah satu tendangan bebas terbaik di dunia.
Sinisa Mihajlovic (Serbia)

Mantan bek Inter Milan ini sudah tidak disangsikan lagi keahliannya melakukan eksekusi tendangan bebas. Setiap kali Mihajlovic ingin menjalankan tugasnya sebagai eksekutor, sebagian besar penonton langsung berdiri agar bisa melihat jelas hasil tendangan pemain asal Serbia tersebut. Sudah total 80 gol bagi klub yang dibela serta timnas sebelum pensiun. Dari jumlah itu, 27 gol diantaranya dilesakkan di kompetisi Serie A Italia.
Andreas Brehme (Jerman)

Nama Andreas Brehme mencuat ketika menjadi pahlawan kemenangan Jerman di Piala Dunia 1990. Golnya dari titik penalti membuat Jerman menjadi jawara dunia untuk kali ketiga. Brehme merupakan sosok wingback sempurna, karena kedua kakinya berkualitas sama. Mantan bek Inter Milan ini pun masuk ke dalam daftar salah satu pemain yang memiliki keahlian tendangan bebas dari kedua kakinya. Kaki kanan lebih akurat, sedangkan kaki kiri lebih keras.
Tengah:
Juninho Pernambucano (Brasil)

Pemain asal Brasil ini disebut-sebut sebagai penendang bebas terbaik pada masa kini. Hingga Mei 2009, Juninho sudah melesakkan 44 gol bagi Olympique Lyonnais dari tendangan bebas. Metode tendangan bebasnya menjadi momok menakutkan bagi penjaga gawang. Bola melintir di udara membuat para kiper selalu mengalami kesulitan menebak arah bola hasil tendangan Juninho.
Lothar Matthaeus (Jerman)

Legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona, menganggap Lothar Matthaeus sebagai salah satu rivalnya di lini tengah, ketika kedua pemain itu masih aktif di lapangan hijau. Matthaeus mempunyai spesialisasi tendangan keras jarak jauh yang sangat sulit dibendung kiper lawan. Maradona pun sempat mengingatkan pemain belakang agar jangan terlalu sering menjatuhkan Matthaeus di depan kotal penalti, bila tidak ingin gawangnya dijebol tendangan bebasnya.
Roberto Baggio (Italia)

Pria ini merupakan salah satu pesepakbola terbaik yang pernah dimiliki Italia. Dari 318 gol dalam karir sepakbola profesionalnya, hanya 76 yang dihasilkan melalui titik putih. Kendati demikian, Baggio lebih dikenal sebagai eksekutor tendangan bebas. Tendangan melengkungnya ke arah gawang seringkali mengecoh kiper lawan yang salah mengantisipasi arah bolanya.
Diego Maradona (Argentina)

Pelatih timnas Argentina ini sudah dianggap dewa oleh penggemarnya. Skill luar biasa dengan liukan tubuh dalam mengolah bola menjadi Diego Maradona sebagai pesepakbola terbaik di jagat ini, bersaing dengan Pele. Dibandingkan rivalnya asal Brasil itu, Maradona mempunyai nilai lebih. Dalam melakukan tendangan bebas, ia mampu menceploskan bola ke celah kecil pagar betis pemain lawan.
David Beckham (Inggris)

Selain Juninho Pernambucano, spesialisasi tendangan bebas yang masih aktif saat ini adalah David Beckham. Tendangan terukurnya dari luar kotak penalti membuat pemain yang pernah dipinjamkan ke AC Milan itu sering dipercaya menjadi eksekutor tendangan bebas. Bahkan, gol pertamanya bersama LA Galaxy pun diciptakan melalui keahliannya ini. Tak jarang tendangan bebasnya juga memanjakan striker untuk mencetak gol.
Depan:
Michel Platini (Prancis)

Presiden UEFA ini pernah mengharumkan namanya ketika masih aktif sebagai pemain. Bukan hanya mampu mencetak gol di dalam kotak penalti, tapi juga keahliannya mengeksekusi tendangan bebas. Tendangan Platini dikenal sangat keras, sehingga tidak jarang membuat pagar betis lawan tidak mampu membendung tendangannya tersebut.
Zico (Brasil)

Sebagai eksekutor tendangan bebas, Zico bisa dibilang cukup komplit. Ia bukan hanya mengandalkan tendangan keras saja, tapi juga mampu mengarahkan bola secara akurat dari bola mati. Bahkan legenda sepakbola Brasil, Pele, menyebut Zico sebagai sosok yang hampir menyamai dirinya dalam mengatur arah bola.
CADANGAN:
Rogerio Ceni

Ronald Koeman

Alessandro Del Piero

Thomas Hassler,

Andrea Pirlo

Zinedine Zidane

Francesco Totti

Gabriel Batistuta


Free Blogspot Templates by Isnaini Dot Com and Porsche Cars. Powered by Blogger